Post Page Advertisement [Top]


Pendidik SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen berhasil mengukir prestasi membanggakan di Tingkat Nasional dengan meraih Juara 1 Kategori Guru SMK dan Sederajat pada ajang Lomba Inovasi Karya Guru (LINKAR) Astra 2026.

Diumumkan dalam Apresiasi LINKAR 2026, Kamis (23/7/2026), prestasi gemilang ini diraih berkat terobosan media pembelajaran interaktif bertajuk 'HEAVYTECH Virtual Learning', sebuah inovasi digital yang dinilai efektif meningkatkan efisiensi pembelajaran Teknik Alat Berat di SMK.


Guru Teknik Alat Berat SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Ari Yuga Aswara M.Pd, berhasil menciptakan inovasi HEAVYTECH Virtual Learning ini berawal dari keprihatinannya melihat sebagian murid datang ke sekolah dalam kondisi mengantuk dan kurang fokus saat praktik di bengkel.


Fenomena tersebut sering dijumpai saat proses pembelajaran. Tidak sedikit murid yang menghabiskan waktu hingga larut malam untuk bermain game daring, nongkrong di warung kopi, aktif di media sosial, atau aktivitas lain yang membuat waktu istirahat mereka berkurang.

Akibatnya, ketika mengikuti pembelajaran di sekolah, terutama saat pembelajaran praktik di bengkel Teknik alat Berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan kedisiplinan, sebagian murid terlihat kurang siap menerima materi.

Pembelajaran Teknik Alat Berat berkaitan erat dengan penggunaan peralatan dan mesin berukuran besar yang menuntut ketelitian serta mengutamakan aspek keselamatan kerja.


Murid harus datang ke bengkel dalam kondisi siap secara fisik maupun mental agar mampu mengikuti praktik dengan aman, sehingga tercetuslah inovasi HEAVYTECH Virtual Learning: Ekosistem Pembelajaran Teknik Alat Berat Berbasis Digital Lab Interaktif dan Simulasi Industri.

Platform ini dirancang agar proses belajar tidak hanya berlangsung ketika pendidik mengajar di kelas atau saat praktik di bengkel, tetapi sudah dimulai sejak murid berada di rumah.



Melalui HEAVYTECH Virtual Learning, murid dapat mempelajari modul digital, menyaksikan video pembelajaran, melakukan simulasi laboratorium virtual, mengerjakan pre-test dan post-test, hingga berdiskusi bersama TAB MUSAKE AI, asisten pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang membantu murid menganalisis troubleshooting alat berat secara bertahap.

Salah satu sistem unggulan dalam platform ini adalah E-Ticket Praktik. Sebelum diperbolehkan mengikuti praktik di bengkel, murid harus menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran digital sebagai bukti bahwa mereka telah memahami materi dasar.

Dengan demikian, waktu praktik dapat dimanfaatkan secara lebih efektif karena murid sudah memiliki dasar pengetahuan dan pemahaman yang cukup.


Selain mendukung pembelajaran teknis, HEAVYTECH juga dilengkapi dengan fitur 'BK Online TAB MUSAKE', yaitu layanan pendampingan digital yang menjadi ruang konsultasi bagi murid.

Fitur ini dihadirkan untuk membantu murid memperoleh motivasi belajar, pendampingan awal ketika menghadapi kendala, serta menghubungkan mereka dengan pendidik apabila memerlukan penanganan lebih lanjut.


Menurut Ari Yuga Aswara M.Pd yang sekaligus selaku Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Alat Berat, inovasi tersebut tidak bertujuan menggantikan peran pendidik, melainkan memperkuat proses pembelajaran agar lebih sesuai dengan karakter generasi digital saat ini.

"Kami ingin mengubah waktu yang sebelumnya banyak dihabiskan untuk aktivitas yang kurang produktif menjadi waktu belajar yang lebih bermakna. Harapannya, sebelum memasuki bengkel, murid sudah memiliki dasar pengetahuan, memahami prosedur kerja, dan siap mengikuti praktik dengan aman," tegas Ari.

"Guru tetap menjadi pendamping utama, sedangkan teknologi menjadi sarana untuk memperkuat proses belajar," ujarnya.


Pengembangan HEAVYTECH Virtual Learning dilakukan selama beberapa bulan melalui penyusunan materi digital, pembuatan laboratorium virtual, integrasi simulasi industri, serta pengembangan fitur berbasis kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran Teknik Alat Berat.

Dalam proses lombanya, berhasil menyisihkan 2.000 karya Guru se-Indonesia hingga lolos menjadi 500 Guru pada tahap 1, kemudian lolos 50 peserta pada tahap 2 dan menuju tahap final presentasi sampai membawa Keberhasilan meraih Juara 1 Nasional LINKAR Astra 2026.

"Alhamdulillah, selamat dan terima kasih atas capaian prestasi yang diraih oleh Bapak Ari Yuga Aswara, semoga dapat bermanfaat dalam proses pembelajaran di Konsentrasi Keahlian Teknik Alat Berat serta menginspirasi teman-teman yang lain untuk dapat meraih prestasi di ajang lainnya," ucap Moch. Arief Luqman Hakim M.Pd selaku Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

HEAVYTECH Virtual Learning  menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan yang lahir dari permasalahan nyata di ruang kelas mampu menghadirkan solusi yang berdampak.

Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen untuk terus menghadirkan pembelajaran vokasi yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.



LINKAR (Lomba Inovasi Karya Guru) adalah sebuah program kompetisi dan apresiasi tahunan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Astra International Tbk di bawah pilar kontribusi sosial Astra untuk Indonesia Cerdas.

Tujuan program ini adalah untuk mendorong para pendidik (guru dan kepala sekolah) diseluruh Indonesia untuk terus berinovasi, kreatif, dan adaptif dalam mengembangkan media, metode, atau modul pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Tahun 2026, LINKAR mengusung topik utama inovasi pada lingkungan (environment), pengelolaan sampah-limbah (waste management), budaya & nasionalisme, keberagaman (divesity), keanekaragaman hayati (biodiversity), digitalisasi pembelajaran, dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic).

Semua terbagi dalam 3 tahap sejak dimulai pada 2 Mei 2026 mulai dari registrasi dan seleksi abstrak, penilaian proposal dan proses uji coba, serta tahap terakhir adalah final presentasi.

Komentar Facebook :
Komentar dengan Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]