SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi peserta didik baru mulai Sabtu (11/7/2026). Program ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari perundungan maupun budaya senioritas.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Moch. Arief Luqman Hakim, M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pengenalan lingkungan sekolah.
Seluruh
rangkaian kegiatan disusun agar siswa baru dapat beradaptasi dengan suasana
sekolah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memotivasi
mereka untuk berkembang.
"Kami ingin
MPLS menjadi kegiatan yang berkesan, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan
semangat belajar. Siswa harus yakin bahwa memilih melanjutkan pendidikan di SMK
Muhammadiyah 1 Kepanjen merupakan pilihan yang tepat," ujarnya.
Menurut Arief,
konsep ramah tidak hanya diterapkan dalam materi MPLS, tetapi juga menjadi
budaya yang dibangun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Salah satunya
melalui penerapan budaya 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.
Ia menegaskan
sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk
perundungan. Guru maupun kakak kelas yang menjadi pendamping telah dibekali
arahan agar berperan sebagai pembimbing yang humanis, bukan sebagai senior yang
menekan siswa baru.
"Tidak
boleh ada lagi tindakan bullying maupun budaya senioritas. Kakak kelas harus
menjadi pembimbing yang memberikan contoh baik serta menyayangi adik
kelas," tegasnya.
Keberhasilan
MPLS Ramah, lanjut Arief, bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan
kegiatan, melainkan dari rasa aman dan nyaman yang dirasakan siswa ketika
datang ke sekolah setiap hari.
"Kalau
siswa berangkat ke sekolah dengan semangat, bahagia, dan merasa aman, berarti
MPLS ini berhasil. Sebaliknya, apabila mereka datang dengan rasa takut atau
tertekan, berarti kami belum berhasil," katanya.
Pada tahun
ajaran ini, jumlah peserta didik baru juga mengalami peningkatan dibandingkan
tahun sebelumnya. Program keahlian Teknik Alat Berat menjadi salah satu jurusan
paling diminati hingga kuotanya telah terpenuhi sebanyak lima rombongan
belajar.
Meski demikian,
sekolah memilih tidak menambah kuota demi menjaga mutu pembelajaran, terutama
ketersediaan fasilitas praktik di bengkel.
"Kami
tidak menambah kuota karena ingin menjaga kualitas layanan pembelajaran,
terutama fasilitas praktik di bengkel. Kualitas pendidikan tetap menjadi
prioritas," ujarnya.
Sementara itu,
Ketua Panitia MPLS SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Fikria Mujahidin, menjelaskan
kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari sesuai pedoman Kemendikdasmen.
Hari pertama
diawali dengan apel pembukaan, pengenalan lingkungan sekolah, dan penyampaian
tata tertib. Selanjutnya siswa mengikuti berbagai materi pembinaan setiap hari
mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB yang ditutup dengan salat
berjamaah.
Salah satu
materi yang menjadi perhatian adalah literasi digital dan penggunaan media
sosial secara bijak sebagai langkah pencegahan perundungan, baik di lingkungan
sekolah maupun di ruang digital.
"Perundungan
di media sosial memiliki dampak besar terhadap kondisi psikologis anak. Karena
itu kami ingin sejak awal siswa memahami pentingnya menghargai orang lain dan
menggunakan media sosial secara bertanggung jawab," ujar Fikri.
Selain itu,
guru juga mendampingi proses adaptasi peserta didik agar mereka mampu
menyesuaikan diri dengan budaya belajar di jenjang SMK.
Saat ini SMK
Muhammadiyah 1 Kepanjen memiliki delapan program keahlian, yaitu Teknik
Kendaraan Ringan, Teknik Komputer dan Jaringan, Desain Komunikasi Visual, Kimia
Industri, Teknik Sepeda Motor, Teknik Alat Berat, Teknik Pemesinan, serta
Teknik Otomasi Industri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar